kabarejatim.com skyscraper
kabarejatim.com skyscraper

DPR RI Sentil SOP dan Fasilitas Layanan SPPG Medokan Ayu 2 Perlu Dibenahi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi VII DPR RI saat meninjau proses pembersihan ompreng MBG (Foto: Istimewa)
Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi VII DPR RI saat meninjau proses pembersihan ompreng MBG (Foto: Istimewa)

Kabarejatim.com, Surabaya - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medokan Ayu 2, Surabaya, mendapat sorotan dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Ia menilai sejumlah fasilitas dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di dapur penyedia makanan tersebut masih perlu dibenahi.

Sorotan itu muncul saat Bambang Haryo meninjau langsung proses penyediaan MBG bagi siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), Selasa (13/10/2026). Menurutnya, kualitas makanan bergizi harus diimbangi dengan standar kebersihan, keamanan pangan, serta fasilitas pengolahan yang memadai.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Bambang ialah proses pencucian ompreng atau wadah makanan yang dinilai belum memenuhi standar. “Pencucian ompreng masih kurang standar, tanpa air panas,” ujarnya saat menyoroti kondisi sarana di SPPG Medokan Ayu 2.

Tak hanya itu, kondisi dapur yang panas akibat fasilitas ventilasi dan blower yang belum optimal juga menjadi catatan. Situasi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki agar lingkungan kerja tetap nyaman dan mendukung proses pengolahan makanan yang higienis.

“Ini di SPPG dilarang itu untuk berkeringat, jadi istilahnya harus sejuk,” tegas Bambang. Ia juga mengingatkan agar pengelola memastikan penggunaan bahan baku berkualitas serta menjalankan SOP secara konsisten, mulai dari persiapan bahan hingga makanan disajikan kepada siswa.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala SPPG Medokan Ayu 2, Muhammad Laktri Hergintara, menyatakan akan menyampaikan sejumlah masukan kepada pihak mitra dan yayasan untuk ditindaklanjuti. “Nanti akan kami koordinasikan dengan mitra dan juga yayasan, seperti adanya perbaikan yang disampaikan bapak anggota DPR RI,” kata Laktri.

Ia menambahkan, pembenahan juga akan dikoordinasikan untuk mengatasi kondisi area pengolahan makanan yang panas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pekerja sekaligus mendukung penerapan standar kebersihan selama proses produksi MBG.

Evaluasi terhadap SOP dan fasilitas SPPG menjadi penting agar pelaksanaan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjamin keamanan makanan bagi anak-anak. Perbaikan sarana dan pengawasan yang konsisten diharapkan mampu menjaga mutu pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Editor :