Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Internasional Fatima Al-Fihriya Award 2026

Reporter : Redaksi
Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Internasional Fatima Al-Fihriya Award 2026 (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Kabarejatim.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan internasional Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas kiprahnya dalam kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan sosial. Penghargaan edisi keenam tersebut diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (6/11/2026) malam.

Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh perempuan yang memiliki kontribusi nyata di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain Khofifah, penghargaan juga diberikan kepada Sinta Nuriyah Wahid, mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Bassima Hakkaoui dari Maroko, dan Neziha Labidi dari Tunisia.

Baca juga: Khofifah Terbitkan SE, Ajak Warga Salat Istisqa Mohon Turunkan Hujan

“Saya bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan yang dianugerahkan kepada saya. Kehormatan ini saya dedikasikan kepada para perempuan Jawa Timur dan Indonesia, kader Muslimat NU, kader organisasi wanita lainnya juga para relawan sosial,” kata Khofifah usai menerima penghargaan.

Khofifah mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengingat pentingnya kontribusi perempuan dalam pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat. Ia juga mengangkat keteladanan Fatima al-Fihriya, tokoh perempuan yang mewakafkan hartanya untuk mendirikan Masjid al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, yang kemudian berkembang menjadi pusat keilmuan.

“Lebih dari 1.000 tahun lalu, Fatima al-Fihriya mewakafkan hartanya untuk mendirikan masjid. Kepedulian beliau berangkat dari kebutuhan masyarakat di sekitarnya dan manfaatnya dirasakan para pencari ilmu jauh melampaui masa hidup beliau,” tuturnya.

Baca juga: Karhutla Tahura Raden Soerjo Rusak Sepuluh Kilometer Pipa Air

Menurut Khofifah, kepemimpinan perempuan harus mampu membuka kesempatan bagi perempuan lain untuk memperoleh pendidikan, membangun kemandirian ekonomi, dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur diwujudkan melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara) yang memberikan bantuan modal usaha bagi perempuan dengan keterbatasan ekonomi.

“Kesertaan perempuan menjadi pengambil keputusan itu menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan bargaining position di banyak lini. Perempuan perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan agar kebijakan dan program pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat untuk memastikan program pemberdayaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia meminta pelaksanaan program dipantau langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga, sesuai prinsip No One Left Behind atau tidak seorang pun boleh tertinggal.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Tekankan Keselamatan

Sementara itu, perwakilan Forum Azzahra for Moroccan Women sekaligus Ketua Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia, Muhammad Al Arabi bin Athiyyah, mengapresiasi dukungan Khofifah dalam penyelenggaraan Fatima Al-Fihriya Awards 2026 di Indonesia. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi perempuan di berbagai negara untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi di bidang pendidikan serta kemanusiaan.

Penulis : Nur

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru