Kabarejatim.com, Pasuruan - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tahura Raden Soerjo berdampak pada jaringan distribusi air bersih di tiga desa penyangga di Kabupaten Pasuruan. Total sepanjang 10.260 meter pipa air dilaporkan terdampak, terdiri atas 4.000 meter di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. “Kita juga harus menjaga sumber air dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (20/10/2026) malam.
Baca juga: Khofifah Terbitkan SE, Ajak Warga Salat Istisqa Mohon Turunkan Hujan
Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah mengupayakan distribusi air bersih kepada warga terdampak melalui pengiriman air menggunakan mobil tangki. Sementara untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan langkah pemulihan melalui pembangunan sumur bor atau penyaluran air dari sumber yang tersedia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Tekankan Keselamatan
Khofifah menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memetakan titik-titik jaringan pipa yang terdampak dan merencanakan pengeboran sumur. “Intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi,” ujarnya.
Selain memperbaiki jaringan distribusi, pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga vegetasi di sekitar mata air dan daerah tangkapan air. Kawasan Tahura Raden Soerjo seluas 27.868,30 hektare yang memiliki 57 desa penyangga tersebut berperan penting dalam menjaga tata air dan menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Baca juga: Ribuan Motor Diservis Gratis, SMK Jatim Ukir Rekor MURI
Penulis: Dian
Editor : Redaksi