Kabarejatim.com, Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memimpin rapat koordinasi di posko penanganan kebakaran di Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.
Khofifah menegaskan keselamatan petugas dan relawan harus menjadi prioritas dalam setiap upaya pemadaman. “Tentu yang harus kita lakukan sekarang kewaspadaan dan kehati-hatian para relawan,” kata Khofifah seusai rapat koordinasi.
Baca juga: Khofifah Terbitkan SE, Ajak Warga Salat Istisqa Mohon Turunkan Hujan
Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam penanganan karhutla periode 13–19 Oktober 2026 di Kabupaten Pasuruan, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu. Personel tersebut terdiri atas polisi kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Karhutla Tahura Raden Soerjo Rusak Sepuluh Kilometer Pipa Air
Khofifah juga menyebut masih terdeteksi 92 titik panas atau hotspot di kawasan Tahura Raden Soerjo. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarpersonel, pemantauan arah angin, kesiapan perlengkapan pelindung, serta pemetaan jalur aman untuk mendukung pemadaman.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah mengupayakan bantuan helikopter untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing. “Kita sudah mengkomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif,” ujarnya.
Baca juga: Ribuan Motor Diservis Gratis, SMK Jatim Ukir Rekor MURI
Penulis: Dian
Editor : Redaksi