Kabarejatim.com, Surabaya - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar 18 agenda kegiatan untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada 8–31 Oktober. Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, rangkaian kegiatan tersebut memadukan penguatan tradisi pesantren, pembinaan generasi muda, kegiatan kebangsaan, hingga literasi digital.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Ir. H. Masduki Toha, mengatakan Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan kontribusi santri dan ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. “Semangat Resolusi Jihad perlu terus diaktualisasikan melalui penguatan nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, penguasaan ilmu pengetahuan, dan ketakwaan,” ujarnya.
Baca juga: Fun Walk 5.000 Santri Meriahkan Hari Santri di Surabaya
Ketua Panitia HSN 2026 PCNU Kota Surabaya, Achmad Jani atau Gus Jani, menjelaskan bahwa 18 agenda tersebut dirancang agar peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sejumlah kegiatan yang digelar meliputi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di enam sekolah dengan sasaran 1.000 santri, Lomba Al-Banjari, Bahtsul Masail, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Lomba Kitab Kuning.
Agenda lainnya mencakup Dauroh Tahqiq, A Walk Full Heritage, Lomba Khutbah Jumat Remaja, Lomba Nadhom Aqidatul Awam, Business Plan Competition, Storytelling, Liwetan Pesantren, dan pelatihan 99 Santri Melek Digital. Sejumlah kegiatan juga melibatkan Masjid Raudlatul Musyaawaroh atau Masjid Kemayoran Surabaya, termasuk MTQ dan lomba hadrah Al-Banjari yang memiliki keterkaitan dengan sejarah pembinaan keagamaan di kota tersebut.
“Kami merancang 18 agenda agar peringatan Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” kata Gus Jani. Rangkaian kegiatan juga mencakup ziarah ke makam para pendiri dan penggerak NU, apel Hari Santri tingkat kecamatan, Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina pada 22 Oktober, serta Fun Walk 5.000 Santri pada 25 Oktober 2026.
Penulis: Nur
Editor : Redaksi