Dindik Jatim Buka Seleksi 11 Anggota Dewan Pendidikan Jatim

Reporter : Redaksi
Anggota Pansel Suko Widodo saat bertemu Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai (Foto: Istimewa)

Kabarejatim.com, Surabaya - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatat sebanyak 45 calon telah mendaftar dalam seleksi anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur periode 2027–2032 hingga Selasa (13/10/2026). Seleksi tersebut dibuka untuk menjaring sekitar 11 anggota yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
 
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, seleksi kali ini membuka peluang bagi berbagai kalangan, tidak hanya praktisi pendidikan, tetapi juga pengusaha, pakar hukum, budayawan, profesional, dan mantan kepala SMA maupun SMK. Komposisi yang beragam diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan.
 
“Kami berharap komposisi Dewan Pendidikan periode berikutnya cukup lengkap, bukan hanya praktisi yang terlibat langsung dalam proses pendidikan, tetapi juga orang-orang yang peduli dan bisa memberikan pertimbangan, saran, serta masukan untuk memperkuat program pendidikan di Jawa Timur,” ujar Aries, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan, anggota terpilih diharapkan dapat mendukung program Jatim Cerdas yang diinisiasi Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
 
Aries juga menyoroti pentingnya keterlibatan unsur dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, Dewan Pendidikan diharapkan turut memperhatikan pengembangan talenta siswa di bidang akademik, seni, budaya, dan olahraga.
 
“Kami ingin ada unsur DUDI yang benar-benar memahami kebutuhan lulusan SMK, sehingga bisa memberikan pertimbangan bagi pengembangan pendidikan vokasi,” jelas Aries. Menurut dia, pengalaman praktisi pendidikan dan mantan kepala sekolah juga diperlukan untuk memastikan kebijakan yang direkomendasikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
 
Sementara itu, anggota Tim Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Jatim Suko Widodo menilai anggota periode 2027–2032 harus mampu menjawab tantangan era digital dan meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat internasional. Perubahan teknologi dinilai menuntut tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
 
“Kita mencari orang-orang yang cocok di zamannya, era digital perubahannya luar biasa, sehingga kita harus benar-benar belajar dan menyiapkan dunia pendidikan yang mampu menuju tingkat internasional,” ujar Suko. Ia juga menilai keberadaan SMA Taruna dan pesantren, termasuk yang memiliki peserta didik dari luar negeri, menjadi modal bagi Jawa Timur untuk memperkuat daya saing pendidikan global.
 
Suko menambahkan, keanggotaan Dewan Pendidikan tidak harus terbatas pada orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan formal, tetapi juga figur yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan. “Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan,” tegasnya.
 
Pendaftaran calon anggota Dewan Pendidikan Jatim periode 2027–2032 dibuka pada 5–16 Oktober 2026, dilanjutkan pemeriksaan administrasi pada 17–24 Oktober dan pengumuman hasil administrasi pada 27 Oktober. Tahapan wawancara dan presentasi dijadwalkan pada 30 Oktober, pengumuman hasil seleksi pada 17 November, sedangkan pelantikan anggota baru direncanakan berlangsung pada awal Desember 2026.

Penulis : Nur
 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru